Inggris

Steven Gerrard Paling Antipati Sama 2 Pemain MU Ini

Steven Gerrard Paling Antipati Sama 2 Pemain MU Ini
Steven Gerrard Paling Antipati Sama 2 Pemain MU Ini

Saat diwawancara The Sun pada sela-sela kesibukannya melatih, Steven Gerrard akhirnya menyebut 2 nama pemain MU (Manchester United) yang paling dibencinya. Yakni mereka adalah para pemain belakang andalan The Red Devil, Gary Neville dan Rio Ferdinand.

Sebagai mantan gelandang serang Liverpool, tentu saja Gerrard merekam banyak memori saat berduel dengan MU. Salah satunya adalah saat pria Inggris berumur 37 tahun itu dikalahkan tanpa mampu membalas 0 – 3 di kandang sendiri. Tepatnya pada saat laga lanjutan Liga Premier musim 2014 – 2015 yang digelar di Old Trafford, dimana menjadi musim terakhir bagi Gerrard berseragamkan Liverpool.

“Setiap saya coba untuk merangsek masuk ke baris pertahanan MU dan melihat muka Gary dan Rio, hati saya selalu dongkol. Mereka lagi, mereka lagi yang harus saya lewati”, kenang Gerrard yang terlansir di The Sun dan juga Manchester Evening News.

“Sampai-sampai, ketika diluar lapangan pun saya benci bukan main dengan mereka. Namun, semua mulai berbeda ketika saya sudah tidak jadi pemain lagi. Rasa benci saya baru bisa hilang dan saya pun bisa menjalin pertemanan dengan Gary dan Rio”, ungkap pemain yang sempat hijrah ke LA Galaxy sebelum gantung sepatu itu.

Saat ini, baik Gary dan Rio pun sudah sama-sama pensiun. Termasuk Gerrard, mereka bertiga lebih menghabiskan waktu mereka pada dunia kepelatihan dan pengamat sepakbola.

“Saat ini, perasaan saya ke Rio malah berubah 180 derajat. Dari benci berubah menjadi rasa hormat yang luar biasa. Selain memang orangnya baik, dia adalah sosok yang selalu menunjukkan profesionalismenya sebagai pemain” imbuh penggawa The Anfield Boys yang pernah menggedor gawang MU sebanyak 6 kali itu.

Lusa kemarin (Rabu, 6 / 9 / 2017) menjadi tepat 10,000 hari bagi Liverpool berpuasa titel di Liga Premier, dimana mereka sudah tidak pernah lagi menjuarai kompetisi sejak musim 1989 – 1990 silam. Padahal hingga musim 1989 – 1990 tersebut, Liverpool selalu tercatat sebagai penyabet gelar terbanyak di era Divisi 1. Yakni, sebanyak 18 gelar telah digasak klub besutan Juergen Klopp itu. Setelah musim tersebut, prestasi mereka pun dibalap MU yang akhirnya bisa mengkoleksi 20 titel. Diantaranya adalah 7 titel di era Divisi 1 serta 13 gelar di Liga Premier.

Inggris

Musim Depan, Jesus Navas Bakal Pertajam Sevilla Lagi

Musim Depan, Jesus Navas Bakal Pertajam Sevilla Lagi
Musim Depan, Jesus Navas Bakal Pertajam Sevilla Lagi

Saat belum setenar sekarang, Sevilla FC pernah punya andil besar dalam perkembangan karir Jesus Navas. Lembaran kisah indah antara Jesus bersama Los Rojiblancos pun bakal terulang lagi pada musim depan.

Untuk mengembangkan dan mengarahkan bakat sepakbolanya ke trek yang lebih jelas, Jesus dengan bulat hati mendaftar di akademi Sevilla. Berkat keseriusannya, ia pun dipanggil ke tim utama pada tahun 2003. Sejak saat itu, performa karir gelandang asal Spanyol itu pun terus meroket. Selama 1 dekade berseragamkan tim Andalusia, Jesus sudah mempersembahkan 34 gol dari 394 kesempatan merumput di berbagai kompetisi.

Tenaganya bukan semata-mata dilihat dari kontribusi gol dan assistnya, namun berkat skill bermainnya yang tinggi di sayap kanan lini tengah lah yang berhasil membawa Sevilla menyabet 2 piala Copa del Rey, 2 piala UEFA, serta 1 piala Super Eropa. Hingga pada musim panas tahun 2013, Jesus memutuskan untuk angkat kaki ke Manchester City.

Kisah sukses Jesus pun masih terus berlanjut, sejak dirinya berganti seragam. Selama 4 musim bernaung di Etihad Stadium, pemain berusia 31 tahun itu telah mempersembahkan 1 titel Liga Premier dan 2 titel Piala Liga Inggris. Adapun catatan bermain dari 183 penampilan yang dilakoninya bersama Man City di semua ajang pun cukup oke. Yakni, sukses mendonasi 8 gol untuk klub besutan Pep Guardiola itu. Namun begitu, kisahnya bersama The Citizen harus berakhir di musim panas tahun ini (2017). Setelah kontrak Jesus tidak lagi diperpanjang oleh pihak manajemen klub.

Jesus pun mengakui kalau satu-satunya klub yang terlintas di benak dan kepalanya cuma Sevilla. Tidak ada yang lain. Rasa rindu yang teramat besar kepada klub yang dibelanya saat masih kecil itu, tiba-tiba membludak pecah. Bagusnya bak gayung bersambut, niat Jesus untuk kembali pulang kampung pun disambut hangat oleh Sevilla dengan menyodorkan kontrak berdurasi 4 tahun.

Usai resmi meneken kontrak, Jesus sontak menjadi rekrutan ke 6 Sevilla pada bursa transfer musim panas saat ini. Sebelumnya Sevilla telah terlebih dulu menciduk Ever Banega, Nolito, Guido Pizarro, Luis Muriel dan juga Sebastien Corchia.

Inggris

Masih Belum Kenyang Berburu Pemain, Everton Memangsa Sandro Ramirez

Masih Belum Kenyang Berburu Pemain, Everton Memangsa Sandro Ramirez
Masih Belum Kenyang Berburu Pemain, Everton Memangsa Sandro Ramirez

Agresifitas Everton dalam berburu pemain, agaknya masih sangat gragas pada bursa transfer musim panas 2017 ini. Belakangan ini, The Toffees lagi-lagi menyiarkan berita terkait kedatangan pemain barunya yang diangkut dari Malaga. Yakni Sandro Ramirez, bomber yang dulu juga pernah bermain di Barcelona.

Untuk mendatangkan pesepakbola timnas Spanyol itu, Everton rela menggelontorkan uang senilai 6,000,000 Euro atau setara dengan 91,3 M jika di- Rupiah -kan. Dengan uang yang berjumlah fantastis itu, Everton telah mengikat Sandro denagn kontrak berdurasi 4 tahun.

Dengan ditekennya kontrak Sandro, berarti total sudah 4 pemain baru yang diciduk Everton pada musim panas tahun ini. Sebelumnya ada Jordan Pickford, lalu Davy Klaassen, dan juga Henry Onyekuru. Kedepan, Everton tengah memproses kepindahan Michael Keane dari klubnya yang sekarang, Burnley.

Adapun Sandro pun merasa senang dengan kepindahan dirinya ke Goodison Park.

“Saya senang sekali pindah ke Everton. Ini merupakan sebuah tantangan baru, untuk menaikkan level di karir saya sebagai pemain”, ujar Sandro yang terpampang di ofisial website Everton.

“Everton merupakan klub papan atas di Inggris. Bisa masuk kesini, tentunya merupakan sebuah kebanggaan yang sangat luar biasa. Saya pun percaya, kalau coach Ronald (Koeman) adalah pelatih ideal yang bisa menggembleng saya dengan baik”, tukas Sandro lagi.

Sebelumnya, Sandro merupakan jebolan akademi sepakbola Barca. Dimana ia pertama kali bergabung disana, saat usianya baru menginjak 14 tahun. Selama berkarir di Blaugrana senior, ia sudah dimainkan sebanyak tiga puluh dua kali. Terhitung dari musim 2014 – 2015 serta 2015 – 2016, dengan donasi 7 gol.

Selanjutnya, ia pun beralih ke Malaga. Kepindahannya ke klub baru, ternyata membuat diri Sandro semakin produktif. Bersama Malaga, pria 21 tahun itu berhasil membidani 16 gol dari kesempatan bermain sebanyak 31 kali di semua kompetisi.

Selain berkiprah di pertandingan domestik, dirinya juga dipercaya untuk berperan di kancah interasional. Adapun bersama timnas Spanyol U-21, ia berhasil melaju ke partai final Piala Eropa U-21.