Uncategorized

Joko Driyono Kini Jabat Posisi Wapres AFF

Joko Driyono Kini Jabat Posisi Wapres AFF
Joko Driyono Kini Jabat Posisi Wapres AFF

Akhir pekan lalu (22 – 23 / 9 / 2017), ASEAN Football Federation (AFF) menggelar kongres di Nusa Dua Bali. Pada saat itu pula, Joko Driyono yang sebelumnya menjabat sebagai Waketum (Wakil Ketua Umum) PSSI diangkat menjadi Wakil Presiden AFF.

Pengangkatan Wakil Presiden AFF yang baru sendiri, sejatinya dilatarbelakangi oleh pengunduran diri Wapres sebelumnya, Dr. Quoc Tuan. Pria yang juga menduduki posisi sebagai Wakil dari Vietnam Football Federation (VFF) itu resmi mengundurkan diri, usai bergabung menjadi anggota Komex (Komisi Exekutif) dari Asian Football Confederation (AFC).

Joko Driyono yang dinilai terbukti akan dedikasinya di kancah sepakbola dan selalu melahirkankan ide-ide brilian itu pun akhirnya diangkat untuk menggantikan peran Dr. Tuan. Sosok Joko memang bisa dibilang sangat cocok untuk menjabat di posisi ini. Mengingat namanya di komunitas sepakbola seputar Asia Tenggara, sudah bukan sesuatu yang asing lagi. Hal ini pun dibenarkan oleh Dato Sri Azzudin Ahmad, Sekjen AFF.

“Joko mah sudah ga asing soal sepakbola. Dia sudah lama menjabat di PSSI dan selalu muncul dengan ide-ide cemerlang, makanya dia cocok untuk posisi ini. Lagipula bukan persoalan sepakbola Indonesia saja yang ia kuasai, melainkan sudah lingkup Asia Tenggara. Namanya pun sudah tidak asing di sepakbola Asia Tenggara”, terang Dato.

Sementara, Joko tidak menunjukkan sikap petantang-petenteng dengan jabatan barunya itu. Ia merasa kalau jabatan barunya itu adalah amanah dari AFF dan juga sebagai sarana untuk semakin memajukan sepakbola Tanah Air.

“Saya akan menjalankan peran saya di jabatan baru ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih kepada AFF yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya. Tentu saja dengan jabatan baru ini, manfaatnya juga akan bisa dirasakan oleh persepakbolaan Indonesia”, papar Joko pada pidatonya.

Selain Joko Driyono dan Dr. Quoc Tuan yang mendapat promosi dan kepercayaan baru, Ratu Tisha Destria yang menjabat sebagai Sekjen PSSI juga dipercaya menjadi Alternate Council Member oleh AFF.

Disisi lain, Mayor Jenderal Khieu Sameth selaku Presiden AFF memuji Indonesia yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara kongres AFF di Bali tersebut.

“Acara tersebut bisa dibilang sukses. Saya benar-benar melihat kesungguhan Indonesia dalam mengemban kepercayaan sebagai tuan rumah rapat kongres AFF kali ini. Semuanya terlaksana secara maksimal. Baik dari segi protokoler dan fasilitasnya”, puji Mayjend Sameth.

Rapat kongres AFF tersebut pada akhirnya ditutup dengan pemberian award bagi sejumlah pemain, pelatih dan sejumlah pecinta sepakbola.

Untuk meramaikan acara tersebut, beberapa artis ternama Tanah Air juga turut diundang. Diantaranya adalah penyanyi kondang Rio Febrian dan Dewi Gita, serta musisi tradisional Gus Teja. Pertunjukan Tari Bali juga ditampilkan sebagai bagian dari citra ragam kebudayaan Indonesia, khususnya pulau Bali sendiri yang menjadi tuan rumah acara tersebut.

Uncategorized

Persib Didenda Komdis, Bobotoh Patungan Bayar

Persib Didenda Komdis, Bobotoh Patungan Bayar
Persib Didenda Komdis, Bobotoh Patungan Bayar

Persib Bandung terpaksa dikenakan sanksi denda sebesar 50 jt Rupiah oleh Komisi Disiplin (Komdis), lantaran suporternya mempertontonkan koreo bernuansa politis saat melakoni laga kandangnya akhir pekan lalu (Sabtu, 9 / 9 / 2017).

Pada saat itu, Bobotoh memperlihatkan koreo yang bertuliskan Save Rohingya saat menyambut Semen Padang di markasnya, Stadion Si Jalak Harupat. Walaupun pentolan VPC (Viking Persib Club), Yana Umar sempat menolak tuduhan tersebut, Komdis tetap meneruskan sanksi denda tersebut. Yana cs membantah, kalau koreo yang dilakukan bersama dengan rekan suporter Maung Bandung lainnya menyimpan maksud politis. Menurutnya, semua itu hanyalah sebagai wujud kepedulian Viking atas musibah yang sedang menimpa warga muslim di Rohingya, Myanmar. Sama sekali tidak ada maksud politisnya.

“Itu kan merupakan bentuk kepedulian kami. Tidak ada maksud politis tersembunyi sama sekali”, tegas Yana saat disambangi wartawan di Stadion Sidolig yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Bandung, Jawa Barat kemarin (Kamis, 14 / 9 / 2017).

Disisi lain, Persib menilai kalau tuntutan denda senilai 50 jt relatif terlali besar. Kendati, Komdis nampak tidak menggubris protes dari Yana yang mewakili Persib tersebut.

“Gila, 50 juta mah kemalahan lah. Kita kan maksudnya mau menunjukkan rasa kepedulian. Harusnya Komdis juga memperhatikan unsur tersebut”, imbuh Yana lagi.

Namun pada akhirnya, Yana bernisiatif untuk menggalang dana dari seluruh anggota Viking untuk membayar sanksi denda yang dibebankan kepada klubnya tersebut.

“Demi kebaikan klub kita, saya harap anggota suporter Viking ridho dan ikhlas untuk sedikit menyisihkan uangnya. Ini untuk membayar denda 50 jt Persib. Sok atuh mangga, silahken datang saja ke Stadion Sidolig buat yang mau urunan”, ujarnya.

“Buat yang mau transfer juga mangga. Kita sudah kerjasama dengan Rumah Zakat. Jadi nanti semua detail rekening tujuan bisa dilihat di website sharinghappiness.org. Hasil sumabangan pun akan dibeberkan secara transparan disitu. Tidak ada yang ditutup-tutupi”, ujarnya.

“Sumbangan akan kami buka dalam waktu 13 hari, tepat pada hari H pembayaran denda Komdis. Kalau ada sisa, akan kita sumbangkan ke warga muslim di Rohingya. Biar kita tunjukkan ke Komdis, kalau Bobotoh memang peduli dengan Rohingya”, tuntas Yana.